SELAMAT DATANG DI BLOG FERY RAHMAD

Sabtu, 14 September 2013

puisi cinta


~Keraguan~

Sering kali kau tanyakan padaku,tentang Cintaku,
Dan juga harapanku...

Sering kali juga ku jawab pertanyaanmu,
Cintaku hanya kamu...
Rasaku hanya untukmu...
Dan Harapanku adalah Ingin memilikimu...

Masihkah kau Ragu atas ketulusan Cintaku...
Atas semua perhatianku padamu...
Semua ku curahkan hanya Untukmu...

Jika memang kau ragu lupakan saja Aku...
Dari pada membuat beban Hatimu...
Keraguan menguasai Jiwamu...

~Mulai Dari Mana~

Harus ku mulai dari mana
Kala hati semakin merana
Sementara sepi kian memaksa
Dia berkata; Aku harus berbicara

Beribu puisi telah aku rangkai
Beribu sajak telah aku urai
Mewakili hati yang sepi
Mewakili jiwa yang nyeri

Sementara siang kian meradang
Sebentar lagi berubah petang
Aku masih saja terdiam
Dengan pemikiran yang merajam

Sementara sepi kian memaksa
Agar aku lekas berbicara
Dan lantang dalam bersuara
Selayak hidup dalam dunia

Namun apalah daya
Aku bisu, Aku bungkam
Aku tetap diam
Dan mungkin selamanya diam

~Entah Sampai Kapan~

Entah sampai kapan kesabaranku tak bergulir
Tetap tertanam di hati dan tak berakhir
Menahan badai kehidupan dan takdir

Entah sampai kapan ketegaranku tetap di dalam dada
Kokoh bak karang di samudera
Tuk menahan terjangan gelombang ujian dunia

...
Entah sampai kapan ketabahanku masih tersimpan di sanubari
Tertanam tuk hadapi misteri hidup ini
Tuk mengejar harapan dan mimpi-mimpi

Entah sampai kapan aku mampu bertahan
Menghadapi segala penderitaan
Ya Allah berikan hamba kekuatan

~Tak Mudah~

Tak mudah menjadi sepertiku
Tak mudah mengerti perasaanku
Tak mudah memahami isi hatiku
Namun begitu mudah mencaciku

Tak mudah berinspirasi
Tak mudah berimajinasi
Tak mudah menuangkan isi hati
...
Namun begitu mudah berkata tak terpuji

Tak mudah tuk berkarya
Sebuah seni tak mudah tercipta
Hanya karena selera tak sama
Begitu mudahnya mencela

Hargailah sebuah karya
Walau tak sebaik mereka
Cobalah tuk memahami
Tak semua bisa sehati

~Ibu, Aku Rindu~

Ibu, engkaulah air mata dalam bahagiaku
Senandung rindu dalam sepiku
kekuatan hati dalam tangisku

Ibu,sesungguhnya ku tak sanggup berdiri
tanpa restu dari tanganmu
tanpa keihklasan dalam do'amu
Tanpa senyummu dalam dukaku

Ibu...
Aku ingin pulang
menangis dipelukmu

~Jangan Ada Penyesalan~


Kita tidak perlu mencari alasan.
Mengapa mencintai.
Biarkan cinta tumbuh sendirinya.
Alasan apapun kita tak tahu kita cinta.

Tidak perlu ada penyesalan.
Pada cinta tidak bersahabat.
Hapuskan nama yang telah tersiksa.
Mulailah hidup baru dengan harapan.

Saat bertemu dengannya.
Katakan aku tak peduli.
Saat dirinya pergi.
Katakan atas nama cinta ku menanti.

Hapus airmata demi ketegaran.
Jangan tangisi kepergiaannya.
Tangisi dengan bahagiamu.
Kau pernah memiliki cintanya walau raga tak termiliki.

Mungkin Tuhan menginginkan bertemu.
Dan bercinta dengan orang yang salah.
Tapi kita harus mengerti.
Bagaimana berterimakasih atas Kurnia-NYA itu.
Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Akuilah Cinta

Kita tahu
kita percaya
bahwa rasa itu tumbuh sekian lama
dan bernaung di dalam hati
menunggu detik agar mewujudkanya
menjadi kata, kalimat, lalu suara

Aku tak peduli
bila ruang harus menyekat cinta
dan aku mencoba menyeru kepada detik
agar temukan kita di ujung hari

Aku tidak peduli meski dibulan tak berbulan sekalipun
ruang masih saja menyekat cinta
dan aku masih saja mencoba menyeru kepada detik
agar temukan kita di serambi taman surga

Aku tak peduli
bila langit menggulung mendungnya
dan menghujam bumi dengan ribuan bintik
lalu laut mengamuk menyapu karang yang tegar
tanah terkuak menenggelamkan harapan-harapan besar
dan akhirnya tuhan menyeru kepada malaikat maut
untuk bertebaran menyayat ribuan jiwa

Selelah apapun mataku mencari wujudmu
selelah apapun telinga meraba udara mencari suaramu
selelah apapun kaki berjalan, mengukir jejak mengejar bayangmu
apapun yang kau lakukan
bagaimanapun kau menolaknya
cinta akan tetap berada disana
menunggumu mengakui keberadaannya
kau dan aku tahu itu

Kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta


Puisi Cinta Kerinduan

Di sekelip cemasku yang mendalam
Terselip kerinduan yang mendalam

Pada gelisahku yang kian gusar
Cemburu di hatiku mulai terbakar

Cemas dengan ketiadaanmu
Rindu akan kehadiranmu
Gelisah menanti kedatanganmu

Cemburu tak menentu
Duhai kau insan tersayang
Jauh pergimu ke tanah seberang
Menyisakan bayangmu dalam bingkai kenang
Akankah engkau segera pulang ?

Cemasku membias curiga
Cemburuku kian membara
Sedang rinduku mengharap
Semua itu hanya prasangka

Wahai insan tercinta
Bilakah kau rasa apa yang kini ku rasa
Ketika tanpamu waktuku berlalu hampa
Adakah kan datang suatu masa untuk kita kembali bersua.


Aku Tanpa Mu

Seperti burung yg terbang dengan satu sayap
Mampu melintas awan. tapi dengan rasa sakit yg tak tertahan
Seperti gelap malam yang hanya di temani bulan, tanpa bintang.
Tanpa rasi yg membentuk gugusan-gugusan indah
Mampu temani jiwa-jiwa sepi meski tanpa keindahan sempurna

Seperti mentari yg kekurangan cahaya
Tak mampu menghangatkan meski mampu tuk sedikit menerangi
Seperti aku yang kehilangan setengah nyawa
Masih mampu berdiri meski raga terlalu rapuh
Terselip segumpal luka dalam senyumku
Kehilangan yang teramat perih, perih, sangat perih
Tersiksa batin, tersiksa hati, tersiksa seluruh jiwa-jiwaku.


Cinta Tak Pasti

Mungkin aku terlalu bodoh untuk mengerti
Mungkin aku tak sengaja jg menyakiti
Andai aku tau isi hatimu
Andai kesempatan itu datang lagi padaku

Sekarang mustahil bagiku
Bahkan menyentuh bayangmu, aku tak mampu
Sekarang aku terpuruk dalam jurang sesalku
dan cinta ni jadi sesak dalam dadaku
Aku tau cinta ini sudah tak laku

Tapi biarkan cinta ini aku miliki
Biarkan cinta ni menjadi bebanku
Aku tak peduli
Meski menghambat jalanku
Aku tau mencintaimu adalah tak pasti


Terkutuklah Aku

Terkutuklah aku mencintaimu
Karna aku bukanlah yang terpilih
Sedang aku menghinakan diri padamu

Malaikat pun tak mampu menulis Dalam garis takdir yang ada
Karna ia akan dicambuk bila mendustai tuannya

Engkau seperti bintang di langit
Aku selalu melemparimu untuk jatuh
Tapi batu itu kembali memukulku

Aku menangis kau hanya membisu
Kau tertawa aku terpaksa mendengar
Benar-benar terkutuk aku!

kalau tak mau bercinta denganku
Tak perlu kau meludah sampai aku tenggelam
Bunuh saja aku!

Bagiku cinta adalah engkau
Dan bagimu cinta adalah kepuasan
Sedang aku selalu lemah di depanmu

Andai saja ada dunia
Dimanapun...
Dan dirimu tiada...


Puisi Cinta Kahlil Girbran


Cinta yang Agung
Adalah ketika kamu menitikkan air mata
dan masih peduli terhadapnya.
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih
menunggunya dengan setia.

Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku
turut berbahagia untukmu.

Apabila cinta tidak berhasil
Bebaskan dirimu
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas lagi.
Ingatlah,bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya.

Tapi, ketika cinta itu mati..
kamu tidak perlu mati bersamanya

Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu
menang..MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika
mereka jatuh..


Pandangan Pertama
Itulah saat yang memisahkan aroma kehidupan dari kesadarannya.
Itulah percikan api pertama yang menyalakan wilayah-wilayah jiwa.
Itulah nada magis pertama yang dipetik dari dawai-dawai perak hati manusia.
Itulah saat sekilas yang menyampaikan pada telinga jiwa tentang risalah hari-hari
yang telah berlalu dan mengungkapkan karya kesadaran yang dilakukan
malam, menjadikan mata jernih melihat kenikmatan di dunia dan menjadikan
misteri-misteri keabadian di dunia ini hadir.

Itulah benih yang ditaburan oleh Ishtar, dewi cinta, dari suatu tempat yang tinggi.
Mata mereka menaburkan benih di dalam ladang hati, perasaan
memeliharanya, dan jiwa membawanya kepada buah-buahan.

Pandangan pertama kekasih adalah seperti roh yang bergerak di permukaan
air mengalir menuju syurga dan bumi.
Pandangan pertama dari sahabat
kehidupan menggemakan kata-kata Tuhan, "Jadilah, maka terjadilah ia"

Sabtu, 06 April 2013

MUSEUM BALANGA DI KOTA PALANGKA RAYA (KALIMANTAN TENGAH)

assalammualaikum,.
hay, temen-temen yang suka baca. kali ini saya mau nulis tentang museum balanga, di museum ini banyak sekali terdapat barang-barang anti (jadul) tapi keren-keren loh.

Museum Balanga adalah museum yang berlokasi di Kota Palangka Raya, provinsi Kalimantan TengahIndonesia.[1] Museum Balanga berlokasi di Jalan Tjilik Riwut, hanya sekitar 2,5 km dari Bundaran Besar. Jika anda tidak menggunakan kendaraan pribadi, dengan transportasi umum juga sangat mudah.
Keberadaan Museum Balanga memang belum banyak diketahui oleh publik. Bahkan masyarakat Kalteng sendiri banyak yang masih belum mengetahui keberadaan museum ini, padahal museum ini ada sejak 1973. Didirikan oleh Pemda Kalteng mulanya sebagai museum daerah. Seiring dengan kebijakan pemerintah pusat bahwa setiap provinsi memiliki museum yang menampilkan keunikan kebudayaan dan kekayaan alam setempat, maka pada tahun 1990 Museum Balanga menjadi museum provinsi.
Museum Balanga memiliki berbagai jenis koleksi hasil kebudayaan material (benda budaya) yang dikelompokan menjadi koleksi ethnografi, historika, arkeologi, keramologika, numismatika & heraldika. Sementara benda alam dikelompokan menjadi koleksi biologika dan geologika. Koleksi museum tersebut sebagian dipajang di 2 gedung sebagai pameran tetap, selebihnya ditata di gundang koleksi.
Ketika anda memasuki ruang pameran maka anda akan merasakan suasana kehidupan tradisional suku Dayak. Koleksi ditata berdasarkan daur hidup, dimulai dari peralatan upacara fase kelahiran, perkawinan dan terakhir kematian. Pemandu tak akan lupa menceritakan kepada anda tentang keunikan upacara Tiwah. Di sini anda akan melihat keunikan senjata tradisional seperti Sumpit, Duhung, Mandau, miniatur rumah panjang yang disebut Betang, alat pengundang ikan yang disebut Mihing, patung Sapundu dan Hampatung Karuhei, jimat Penyang, aneka barang kuningan, aneka tempayan keramik asal Cina dari dinasti Ming dan Ching yang disebut Balanga dan piring Malawen. Masih banyak lagi koleksi unik lainnya.
Museum Balanga juga menerima sekitar seribu buah senjata sitaan yang digunakan saat konflk etnis di Sampit tahun 2001 sebagai koleksi historika.
nah ini salah satu foto koleksi saya,
patung-patung ini di gunakan pada saat tiwah berlangsung, dan hewan yang digunakan buat acara tiwah itu di ikat dipatung.hehe kata nya sih saya juga belom pernah mengikuti acara tiwah ini. patung-patung ini sangat indah lo jika dilihat langsung, bagi temen-temen yang belom pernah asian deh lo... hehehe 





koleksi foto yang ke dua ini adalah topeng sababuka.
SABABUKA  adalah topeng asli dari masyarakat dayak kalimantan tengah yang digunakan untuk upacara kematian. masyarakat dayak sangat memperhatikan keseimbangan antara kehidupan dan kematian. oleh karena itu baik ritual yang berhubungan dengan kehidupan atau kematian sangat diperhatikan agar baik yang hidup atau pun yang mati sama-sama sejahtera. topeng-topeng ini digunakan oleh sejumlah penari sambil mengiringi mayat yang akan dikubur.


foto ini  pakaian adat perkawinan.
pakaian adat pengantin ini menggunakan kain beludru disertai dengan asesoris manik (air busi). motivnya lukisan batang garing, pakaian adat pengantin ini seragam-warna dan bahannya sama. aksesoris yang digunakan yaitu anting-anting, gelang, cincin, ikat kepala (lawung) bagi laki-laki dan salutup bagi perempuan.









RUMAH BETANG 
BETANG adalah sebutan rumah adat dikali mantan tengah. konstruksi betang menggunakan ayu besi atau kayu ulin. bentuk rumah betang panjang, lebar dan tinggi dari tanah agar terhindar dari ancaman binatang buas atau manusia jahil. memang pada masa itu penduduk hidup dilingkungan yang terbuka yang jauh dari kampung atau kelompok masyarakat lain nya.




nah, sampai di sini dulu ya nanti kita lanjutkan. bagi temen-temen yang penasaran, coba aja berkunjung di museum balanga gak nyesel deh kalo udah masuk disana.hehehe

Selasa, 02 April 2013

ELEKTRONIK VOTING (E-Voting)


ELEKTRONIK VOTING (E-Voting)


Teknologi yang berkembang dimasyarakat memang banyak segi positif dan negatifnya. Keberagaman budaya, adat serta agama bisa dijadikan salahsatu penyebab dari muncul berbagai macam sudut pandang teknologi itu sendiri. Kemudahan yang ditawarkan oleh berbagai bentuk teknologi itu sendiri, sangat beragam. Mulai dari yang berbentuk perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware). Terlepas dari itu semua, banyak juga hal negatif yang ditimbulkan. Teknologi yang akan dibahas disini adalah E-Voting.

Apakah e-voting ini memungkinkan diIndonesia ?...

Ya, munkin saja dengan ada nya E-Voting bisa mempercepat dan mempermudah dalam penyelenggaraan pemilihan. Dilaksanakan dengan tepat, solusi E-Voting dapat meningkatkan keamanan surat suara,  mempercepat pengolahan hasil dan membuat pemilihan lebih mudah. Dengan begini pemilihan diindonesia bisa menjadi lebih mudah, akan tetapi kita juga harus memprhitungkan dalam penggunaan E-Voting. Jika tidak direncanakan dengan cermat, e-voting dapat merusak kepercayaan keseluruhan dalam pemilu. Nah, E-Voting sudah bisa membantu mempercepat dalam penghitungan surat suara. Tinggal SDM (Sumber Daya Manusia) nya saja lagi yang perlu diberi pembelajaran tentang tatacara penggunaan E-Voting.

KELEBIAH DARI E-VOTING
1.      Perhitungan suara yang lebih cepat.
2.      Meningkatkan kenyamanan bagi para pemilih.
3.      Efisiensi biaya hingga dua per tiga dari metode mencoblos atau mencentang.
4.      Penggunaan alat bisa digunakan berulang kali.

KELEMAHAN DARI E-VOTING
1.      Sangat bergantung pada kualitas jaringan komputer/internet.
2.      Rentan terhadap penyadapan data.
3.      Data pemilih dapat dengan mudah dimanipulasi oleh pihak/golongan yang tidak bertanggung jawab.
4.      Perangkat keras/lunak yang memakan biaya mahal ketika mengalami kerusakan.

Selasa, 26 Maret 2013

Orang Bijaksana,Jas ^ Tikus

Orang Bijaksana,Jas ^ Tikus
Aku akan menceritakan padamu.
Tentang penelusuran kami keujung negeri, mencari jejak-jejak pemimpin bijaksana.

bijaksana
Bila mungkin, Kami juga akan menjumpai para tetua tanah istiadat untuk menanyakan apakah didaerah mereka pernah ada orang bijaksana.
Jika ada, dimana kuburannya. Ya, kuburannya kami akan mengambil sampel DNA-nya untuk melihat bagaimana struktur molekul orang-orang bijaksana itu.
Kalau bisa kami akan menguji ke laboratorium penelitian negeri ini,karena kami juga telah mempersiapkan laboratorium canggih untuk pengembangan sampel DNA orang bijak.
Bahkan,Beberapa bulan yang lalu kami juga telah mengadakan sayembara di Negeri tercinta ini.
Jika anda bertanya untuk apa?
Tentu saya mewakili teman-teman peneliti akan mengatakan “Kami ingin mengetahui dari belahan provinsi mana kami menemukan seorang bijaksana” Bijaksana”.
Ya bijaksana kata yang kalau di ceraikan menjadi Bijak dan sana.
Dan tiap provinsi negeri tercinta inipun mengirimkan tokoh-tokoh yang menurut mereka bijaksana mewakili provinsi masing-masing.
“Mereka dipilih melalui pemilihan umum” katanya.
Ya,Paling tidak kata mereka-mereka yang kami tugaskan.
Mereka yang katanya bijaksana inipun kami terima untuk memimpin Negeri tercinta ini.
Bukan hanya memimpin tapi juga mengatur hingga seluk-beluk dan gang-gang kota.
Bahkan diantara mereka juga ada yang dipercaya menangkap tikus-tikus yang menggerogoti uang yang disimpan di lemari negeri tercinta.
Kami lihat tikus-tikus yang berkeliaran itu lari pontang panting.
Tapi? Ya, kata saya cuma tikus-tikus yang berkeliaran saja yang lari pontang-panting. Tikus-tikus yang tidak berkeliaran? Mereka menyelinap dibalik jas-jas orang bijaksana pilihan itu.
Ah, sungguh lucu..
Apakah para orang bijaksana itu tidak merasa geli ketika tikus-tikus itu menyelinap di jasnya? …
Kami pun telah memikirkan cara membersihkan tikus-tikus jinak ini. Laboratorium pun telah merancang racun tikus.
Tapi mereka tidak berani menggunakannya. Takut kalau jas-jas orang bijaksana itu kotor. Lebih menakutkan lagi jika racun itu juga akan mempengaruhi kebijaksanaannya.
Tapi tidak dapat dipungkiri, lama-kelamaan tikus jinak yang menyusup di jas orang bijaksana itupun ikut mempengaruhi orang-orang bijaksana pilihan itu.
Ya, orang bijaksana itu telah mulai ikut menggerogoti uang itu. Sedikit-demi sedikit kebijaksanaannya mulai memudar.
Bahkan lama kelamaan dia mulai lebih cepat menggerogoti uang itu dibandingkan tikus-tikus itu. Kami pun mulai keheranan.
Semakin hari semakin besar saja uang yang rusak karena di gerogoti dan bahkan semakin banyak saja orang-orang bijaksana itu yang ikut menggerogoti uang yang disimpan dalam lemari itu.
Kami semakin kewalahan karena selain tikusnya yang menyelinap di antara jas orang bijaksana.
Orang bijaksananya pun sudah berperilaku seperti tikus yang menggerogoti uang Negeri tercinta.
Ah, padahal dulu kami mengadakan sayembara untuk mencari orang bijaksana dari tiap provinsi untuk mengelola Negeri tercinta.
Ya, bahkan diantara mereka ada yang di khususkan untuk membasmi tikus.
Tapi diantara orang bijaksana pilihan itu lama lama berperilaku seperti tikus
Kami telah mencoba memikirkan solusinya.
Ya, kami yang adalah pemegang kedaulatan di negeri tercinta ini.
Kami tidak tau lagi entah kami harus mengadakan sayembara lagi untuk mencari orang-orang bijaksana.
Kalaupun iya, mungkin kami tidak akan mengijinkan orang bijaksana yang terpilih itu untuk menggunakan jas. Agar tidak ada tempat tikus-tikus jinak itu menyusup.
Dan tikus-tikus itu tidak akan mempengaruhi orang-orang bijaksana yang akan terpilih kemudian.
Tapi baru saja kami membuat kesepakatan demikian, Diluar tempat pertemukan kami baliho calon orang bijaksana mulai bermunculan lagi.
Dengan wajah menyebar senyum.
Semboyan dan Simbol-imbol yang keren.Propaganda yang tuliskankan para calon orang bijaksana di papan baliho itu. Indah bertalu-talu tentang perubahan-perubahan yang akan mereka buat. Tanpa mereka sadari, mata nanar mereka yang penuh optimisme tengah menatap jam besar
Bahkan diantara mereka terlihat ada yang membewakan semboyan pemunahan tikus.
Tapi dari mana mereka tahu hasil rapat kami yang akan mengadakan sayembara baru untuk pemilihan orang-orang bijaksana?
Padahal kami belum mengadakan jumpa pers sebagaimana biasanya Jadwal juga belum kami tentukan.
Dan lihatlah calon orang bijaksana baru itu tidak menggunakan jas.
Sepertinya mereka telah mendengar hasil rapat kami tadi atau paling sedikit mengetahui mengenai rapat itu.
Seminggu berlalu,selain jumlah calon orang bijaksana itu semakin membludak.
Dan lihatlah, tukang jahit mulai lesu, penjualan jas mereka menurun karena semua calon orang bijaksana tidak lagi menngunakan jas.
Tetapi jumlah tikus semakin bertambah banyak menghuni paret-paret kota, Baliho-baliho yang tambah banyak menjadi komsumsi mereka..