SELAMAT DATANG DI BLOG FERY RAHMAD

Sabtu, 06 April 2013

MUSEUM BALANGA DI KOTA PALANGKA RAYA (KALIMANTAN TENGAH)

assalammualaikum,.
hay, temen-temen yang suka baca. kali ini saya mau nulis tentang museum balanga, di museum ini banyak sekali terdapat barang-barang anti (jadul) tapi keren-keren loh.

Museum Balanga adalah museum yang berlokasi di Kota Palangka Raya, provinsi Kalimantan TengahIndonesia.[1] Museum Balanga berlokasi di Jalan Tjilik Riwut, hanya sekitar 2,5 km dari Bundaran Besar. Jika anda tidak menggunakan kendaraan pribadi, dengan transportasi umum juga sangat mudah.
Keberadaan Museum Balanga memang belum banyak diketahui oleh publik. Bahkan masyarakat Kalteng sendiri banyak yang masih belum mengetahui keberadaan museum ini, padahal museum ini ada sejak 1973. Didirikan oleh Pemda Kalteng mulanya sebagai museum daerah. Seiring dengan kebijakan pemerintah pusat bahwa setiap provinsi memiliki museum yang menampilkan keunikan kebudayaan dan kekayaan alam setempat, maka pada tahun 1990 Museum Balanga menjadi museum provinsi.
Museum Balanga memiliki berbagai jenis koleksi hasil kebudayaan material (benda budaya) yang dikelompokan menjadi koleksi ethnografi, historika, arkeologi, keramologika, numismatika & heraldika. Sementara benda alam dikelompokan menjadi koleksi biologika dan geologika. Koleksi museum tersebut sebagian dipajang di 2 gedung sebagai pameran tetap, selebihnya ditata di gundang koleksi.
Ketika anda memasuki ruang pameran maka anda akan merasakan suasana kehidupan tradisional suku Dayak. Koleksi ditata berdasarkan daur hidup, dimulai dari peralatan upacara fase kelahiran, perkawinan dan terakhir kematian. Pemandu tak akan lupa menceritakan kepada anda tentang keunikan upacara Tiwah. Di sini anda akan melihat keunikan senjata tradisional seperti Sumpit, Duhung, Mandau, miniatur rumah panjang yang disebut Betang, alat pengundang ikan yang disebut Mihing, patung Sapundu dan Hampatung Karuhei, jimat Penyang, aneka barang kuningan, aneka tempayan keramik asal Cina dari dinasti Ming dan Ching yang disebut Balanga dan piring Malawen. Masih banyak lagi koleksi unik lainnya.
Museum Balanga juga menerima sekitar seribu buah senjata sitaan yang digunakan saat konflk etnis di Sampit tahun 2001 sebagai koleksi historika.
nah ini salah satu foto koleksi saya,
patung-patung ini di gunakan pada saat tiwah berlangsung, dan hewan yang digunakan buat acara tiwah itu di ikat dipatung.hehe kata nya sih saya juga belom pernah mengikuti acara tiwah ini. patung-patung ini sangat indah lo jika dilihat langsung, bagi temen-temen yang belom pernah asian deh lo... hehehe 





koleksi foto yang ke dua ini adalah topeng sababuka.
SABABUKA  adalah topeng asli dari masyarakat dayak kalimantan tengah yang digunakan untuk upacara kematian. masyarakat dayak sangat memperhatikan keseimbangan antara kehidupan dan kematian. oleh karena itu baik ritual yang berhubungan dengan kehidupan atau kematian sangat diperhatikan agar baik yang hidup atau pun yang mati sama-sama sejahtera. topeng-topeng ini digunakan oleh sejumlah penari sambil mengiringi mayat yang akan dikubur.


foto ini  pakaian adat perkawinan.
pakaian adat pengantin ini menggunakan kain beludru disertai dengan asesoris manik (air busi). motivnya lukisan batang garing, pakaian adat pengantin ini seragam-warna dan bahannya sama. aksesoris yang digunakan yaitu anting-anting, gelang, cincin, ikat kepala (lawung) bagi laki-laki dan salutup bagi perempuan.









RUMAH BETANG 
BETANG adalah sebutan rumah adat dikali mantan tengah. konstruksi betang menggunakan ayu besi atau kayu ulin. bentuk rumah betang panjang, lebar dan tinggi dari tanah agar terhindar dari ancaman binatang buas atau manusia jahil. memang pada masa itu penduduk hidup dilingkungan yang terbuka yang jauh dari kampung atau kelompok masyarakat lain nya.




nah, sampai di sini dulu ya nanti kita lanjutkan. bagi temen-temen yang penasaran, coba aja berkunjung di museum balanga gak nyesel deh kalo udah masuk disana.hehehe

Selasa, 02 April 2013

ELEKTRONIK VOTING (E-Voting)


ELEKTRONIK VOTING (E-Voting)


Teknologi yang berkembang dimasyarakat memang banyak segi positif dan negatifnya. Keberagaman budaya, adat serta agama bisa dijadikan salahsatu penyebab dari muncul berbagai macam sudut pandang teknologi itu sendiri. Kemudahan yang ditawarkan oleh berbagai bentuk teknologi itu sendiri, sangat beragam. Mulai dari yang berbentuk perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware). Terlepas dari itu semua, banyak juga hal negatif yang ditimbulkan. Teknologi yang akan dibahas disini adalah E-Voting.

Apakah e-voting ini memungkinkan diIndonesia ?...

Ya, munkin saja dengan ada nya E-Voting bisa mempercepat dan mempermudah dalam penyelenggaraan pemilihan. Dilaksanakan dengan tepat, solusi E-Voting dapat meningkatkan keamanan surat suara,  mempercepat pengolahan hasil dan membuat pemilihan lebih mudah. Dengan begini pemilihan diindonesia bisa menjadi lebih mudah, akan tetapi kita juga harus memprhitungkan dalam penggunaan E-Voting. Jika tidak direncanakan dengan cermat, e-voting dapat merusak kepercayaan keseluruhan dalam pemilu. Nah, E-Voting sudah bisa membantu mempercepat dalam penghitungan surat suara. Tinggal SDM (Sumber Daya Manusia) nya saja lagi yang perlu diberi pembelajaran tentang tatacara penggunaan E-Voting.

KELEBIAH DARI E-VOTING
1.      Perhitungan suara yang lebih cepat.
2.      Meningkatkan kenyamanan bagi para pemilih.
3.      Efisiensi biaya hingga dua per tiga dari metode mencoblos atau mencentang.
4.      Penggunaan alat bisa digunakan berulang kali.

KELEMAHAN DARI E-VOTING
1.      Sangat bergantung pada kualitas jaringan komputer/internet.
2.      Rentan terhadap penyadapan data.
3.      Data pemilih dapat dengan mudah dimanipulasi oleh pihak/golongan yang tidak bertanggung jawab.
4.      Perangkat keras/lunak yang memakan biaya mahal ketika mengalami kerusakan.

Selasa, 26 Maret 2013

Orang Bijaksana,Jas ^ Tikus

Orang Bijaksana,Jas ^ Tikus
Aku akan menceritakan padamu.
Tentang penelusuran kami keujung negeri, mencari jejak-jejak pemimpin bijaksana.

bijaksana
Bila mungkin, Kami juga akan menjumpai para tetua tanah istiadat untuk menanyakan apakah didaerah mereka pernah ada orang bijaksana.
Jika ada, dimana kuburannya. Ya, kuburannya kami akan mengambil sampel DNA-nya untuk melihat bagaimana struktur molekul orang-orang bijaksana itu.
Kalau bisa kami akan menguji ke laboratorium penelitian negeri ini,karena kami juga telah mempersiapkan laboratorium canggih untuk pengembangan sampel DNA orang bijak.
Bahkan,Beberapa bulan yang lalu kami juga telah mengadakan sayembara di Negeri tercinta ini.
Jika anda bertanya untuk apa?
Tentu saya mewakili teman-teman peneliti akan mengatakan “Kami ingin mengetahui dari belahan provinsi mana kami menemukan seorang bijaksana” Bijaksana”.
Ya bijaksana kata yang kalau di ceraikan menjadi Bijak dan sana.
Dan tiap provinsi negeri tercinta inipun mengirimkan tokoh-tokoh yang menurut mereka bijaksana mewakili provinsi masing-masing.
“Mereka dipilih melalui pemilihan umum” katanya.
Ya,Paling tidak kata mereka-mereka yang kami tugaskan.
Mereka yang katanya bijaksana inipun kami terima untuk memimpin Negeri tercinta ini.
Bukan hanya memimpin tapi juga mengatur hingga seluk-beluk dan gang-gang kota.
Bahkan diantara mereka juga ada yang dipercaya menangkap tikus-tikus yang menggerogoti uang yang disimpan di lemari negeri tercinta.
Kami lihat tikus-tikus yang berkeliaran itu lari pontang panting.
Tapi? Ya, kata saya cuma tikus-tikus yang berkeliaran saja yang lari pontang-panting. Tikus-tikus yang tidak berkeliaran? Mereka menyelinap dibalik jas-jas orang bijaksana pilihan itu.
Ah, sungguh lucu..
Apakah para orang bijaksana itu tidak merasa geli ketika tikus-tikus itu menyelinap di jasnya? …
Kami pun telah memikirkan cara membersihkan tikus-tikus jinak ini. Laboratorium pun telah merancang racun tikus.
Tapi mereka tidak berani menggunakannya. Takut kalau jas-jas orang bijaksana itu kotor. Lebih menakutkan lagi jika racun itu juga akan mempengaruhi kebijaksanaannya.
Tapi tidak dapat dipungkiri, lama-kelamaan tikus jinak yang menyusup di jas orang bijaksana itupun ikut mempengaruhi orang-orang bijaksana pilihan itu.
Ya, orang bijaksana itu telah mulai ikut menggerogoti uang itu. Sedikit-demi sedikit kebijaksanaannya mulai memudar.
Bahkan lama kelamaan dia mulai lebih cepat menggerogoti uang itu dibandingkan tikus-tikus itu. Kami pun mulai keheranan.
Semakin hari semakin besar saja uang yang rusak karena di gerogoti dan bahkan semakin banyak saja orang-orang bijaksana itu yang ikut menggerogoti uang yang disimpan dalam lemari itu.
Kami semakin kewalahan karena selain tikusnya yang menyelinap di antara jas orang bijaksana.
Orang bijaksananya pun sudah berperilaku seperti tikus yang menggerogoti uang Negeri tercinta.
Ah, padahal dulu kami mengadakan sayembara untuk mencari orang bijaksana dari tiap provinsi untuk mengelola Negeri tercinta.
Ya, bahkan diantara mereka ada yang di khususkan untuk membasmi tikus.
Tapi diantara orang bijaksana pilihan itu lama lama berperilaku seperti tikus
Kami telah mencoba memikirkan solusinya.
Ya, kami yang adalah pemegang kedaulatan di negeri tercinta ini.
Kami tidak tau lagi entah kami harus mengadakan sayembara lagi untuk mencari orang-orang bijaksana.
Kalaupun iya, mungkin kami tidak akan mengijinkan orang bijaksana yang terpilih itu untuk menggunakan jas. Agar tidak ada tempat tikus-tikus jinak itu menyusup.
Dan tikus-tikus itu tidak akan mempengaruhi orang-orang bijaksana yang akan terpilih kemudian.
Tapi baru saja kami membuat kesepakatan demikian, Diluar tempat pertemukan kami baliho calon orang bijaksana mulai bermunculan lagi.
Dengan wajah menyebar senyum.
Semboyan dan Simbol-imbol yang keren.Propaganda yang tuliskankan para calon orang bijaksana di papan baliho itu. Indah bertalu-talu tentang perubahan-perubahan yang akan mereka buat. Tanpa mereka sadari, mata nanar mereka yang penuh optimisme tengah menatap jam besar
Bahkan diantara mereka terlihat ada yang membewakan semboyan pemunahan tikus.
Tapi dari mana mereka tahu hasil rapat kami yang akan mengadakan sayembara baru untuk pemilihan orang-orang bijaksana?
Padahal kami belum mengadakan jumpa pers sebagaimana biasanya Jadwal juga belum kami tentukan.
Dan lihatlah calon orang bijaksana baru itu tidak menggunakan jas.
Sepertinya mereka telah mendengar hasil rapat kami tadi atau paling sedikit mengetahui mengenai rapat itu.
Seminggu berlalu,selain jumlah calon orang bijaksana itu semakin membludak.
Dan lihatlah, tukang jahit mulai lesu, penjualan jas mereka menurun karena semua calon orang bijaksana tidak lagi menngunakan jas.
Tetapi jumlah tikus semakin bertambah banyak menghuni paret-paret kota, Baliho-baliho yang tambah banyak menjadi komsumsi mereka..


Sabtu, 16 Maret 2013

    Warung Bebas TV Streaming